Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Karya Sastraku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Sastraku. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

I Love You Rangga (CERPEN)



'I LOVE YOU RANGGA'



By Deny Arfen Byngkara





"Erlin!!"
"Hadir pak..." sahutku.
"Hemm akhirnya aku masuk juga di ajang Kakang Mbakyu (sejenis Abang None) ini, siapa tahu aku bisa jadi artis, hehehe," khayalku.
"Heh Erlin, ngapain lu senyum-senyum kayak orang gila?"
"Ah elu Net, mau tau ajah!" jawabku sambil tetap mengisi lembar-lembar persyaratan.

Namun lagi-lagi Neti mengganggu.
"Er... Er cowok cakep!!"
"Ahh apa'an sih!! Biarin aja!!"
"Uda, liat dulu!" bujuk Neti.
Mau tak mau aku menoleh dan melihat ke arah cowok itu. Badannya tegap, tinggi, dan memang tampan seperti yang Neti katakan.
"Ah biasa aja," kataku cuek.

Bhirtday, Rains and True Love (CERPEN)


Bhirtday, Rains and True Love



By Deny Arfen Byngkara.







"Jddeerrrrr....."
"Jder..."

Suara petir yang bersahut-sahutan di langit kota ini. Nampak Aby masih terdiam di dalam mobil, merenungi apa yang barusan terjadi.
Ceweknya, ah lebih tepatnya mantan ceweknya ia pergoki berdua bersama selingkuhannya, dan yang tak membuatnya habis pikir dia memutuskannya dan lebih memilih cowok berengsek itu. Dia
berkata, "Kamu gak pernah ada buat aku, selalu aja ngeband-ngeband terus, and lu lebih seneng jalan ma penggemar cewekmu!"
Ya, itu semua emang Aby lakukan selama ini, tapi Aby sayang ma dia, tapi dia bermain api di belakangnya. Mungkin beberapa hari kedepan aby sudah gak kepikiran lagi cewek itu, toh cowok gak pantes nangis gara-gara gini doank.

Ia nyalakan mobilnya lalu ia tancap gas menuju rumah. Seberapa kuatpun ia coba untuk tak
menangis namun tetap saja air matanya mengalir. Layaknya sinar matahari yang tak mampu menerangi kota karena mendung gelap ini. Ia coba bertahan. Namun tiba sesosok perempuan menyeberang dengan tiba-tiba di depan jalur mobilnya. Sontak saja ia langsung mengerem mobil. Ia lihat cewek itu terjatuh dan merintih. "Mati gue, low dia mati bisa berabe," fikirnya sambil keluar mobil dan membawa payung, agar tak basah tentunya.
"Lu gak pa-pa kan?" tanyanya.
"Low nyetir mobil pakai mata dunk, bego!"
"Heh! Harusnya tuh gua yang marah! Lu nyeberang gak liat-liat!" benta Aby.
"Pokoknya lu mesti tanggung jawab!" katanya
Tiba-tiba dia jatuh pingsan, Aby bingung kalang kabut, langsung saja ia menggendongnya dan memasukkannya ke mobil dan ia bawa ke rumah sakit terdekat.